Burung Surakav

Hallo Sobat Burung!! Bagaimana kabar kalian semua. Semoga kabarnya baik dan sehat semua ya. Amin... Pada kali ini saya akan membahas artikel tentang Burung Surakav. Adakah kalian yang sudah tau burung Surakav ini? Burung ini hanya ada di daerah tertentu ya sobat.


Burung yang di klaim dengan nama Surakav ini sesungguhnya merupakan tipe Hummingbird Broad Tailed jantan dengan nama ilmiah Selasphorous Platycercus. Keunikan yang di klaim mempunyai berubah warna sesungguhnya ialah ilusi optik di mana pada bulu penutup leher spesies jantan terdapat keunikan warnanya akan berubah apabila dilihat dari sudut yang berbeda. Mirip seperti casing HP bunglon yang sempat populer sebagian tahun lalu. 

Jadi sesungguhnya bulunya sendiri tak berubah warna. Diperkirakan kesanggupan ini bertujuan untuk menarik Hummingbird betina. Burung ini cukup gampang dijumpai di Amerika Serikat bagian Barat, Mexico, dan Guatemala.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan burung ini ke dalam kelompok LC (Least Concern) dalam tingkat kelangkaannya rendah sehingga burung ini cukup gampang dijumpai di habitatnya. Sebab itu bisa dipastikan tak memerlukan 19 kameramen dan 62 hari untuk membikin video yang diviralkan. Jumlah yang cukup banyak dan tak keok dengan kameramen pembuat film Avengers.



Info lebih jauh mengenai Broad Tailed Hummingbird dapat diperoleh di: https://www.allaboutbirds.org/guide/Broad-tailed_Hummingbird/media-browser/466305

Jangan Gampang Percaya
Walaupun hal ini telah disadari oleh beberapa kecil pengguna media sosial, Vaksincom merasa perlu mengangkat Hoax ini dengan konsentrasi pada teknik pembuat Hoax Surakav amat berpotensi dipakai untuk memviralkan Hoax yang berbeban SARA, politis yang bertujuan menjadikan kekhawatiran yang tak perlu dan ketidakpastian di masyarakat.

Hoax Surakav yang memakai resep dasar:
  • Menerapkan fakta yang langka dan menarik dan jarang/tak dikenal orang biasa serta cuma dikenal oleh kelompok sosial pecinta burung Hummingbird.
  • Mendramatisir kesusahan menerima video yang dibagikan di mana diklaim dibutuhkan 19 fotografer dan 62 hari untuk membikin video ini.
Belajar dari kasus Surakav ini, kembali pada pengguna media sosial diinginkan untuk tak gampang terbuai oleh fakta yang menarik, meraba hati, sadis, bombastis atau keren dan segera mempercayai secara khusus menyebarkannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post