Informasi Burung Kicau, Merdu dan Gacor


Showing posts with label Burung terindah. Show all posts
Showing posts with label Burung terindah. Show all posts

Wednesday, August 28, 2019

Ruang hijau Jakarta, surga bagi 129 spesies burung

Ruang hijau Jakarta, surga bagi 129 spesies burung

Jakarta - Komunitas pengamat burung Jakarta Birdwatcher Society (JBS) mengatakan bahwa setidaknya ada 129 spesies burung yang hidup di ruang terbuka hijau di Jakarta. Ratusan burung yang hidup di habitat liar di berbagai bagian ibukota.

Hasil pemantauan dilakukan di ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta. "Kami mencatat ada 129 spesies burung di 19 ruang hijau di Jakarta. Enam di antaranya hampir punah," kata Koordinator JBS Ady Kristanto di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.



Enam spesies, bubut Jawa (Centropus nigrorufus), jalak putih (Sturnus melanopterus), Cerek Jawa (Anhinga melanogaster), fregat Natal (Fregata andrewsi), bangau bluwok (Mycteria cinerea), cengkeh ular Asia (Anhinga melanogaster).

Berbagai spesies tersebar di 19 RTH, Suaka Margasatwa Muara Angke, Taman Margasatwa Ragunan, Hutan Kota Srengseng, Hutan Lindung Angke Kapuk, Menteng, Kebayoran dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Burung-burung itu juga ditemukan di Buperta Cibubur, Hutan Kota Kemayoran, daerah Monas, Buperta Ragunan, Tebet, Ancol, Sungai Pesanggrahan, Manggala Wanabakti, Senayan, bank Ciliwung, Hutan Kota UI, dan Situ Babakan.


Menurut Ady, burung endemik Jawa, seperti bubut Jawa dan jalak putih masih bisa ditemukan di Jakarta. Tetapi habitat mereka terbatas di Suaka Margasatwa Muara Angke.

Tidak hanya spesies lokal, JBS juga mencatat beberapa spesies burung yang bermigrasi
menggunakan keberadaan ruang hijau di Jakarta sebagai titik transit selama musim migrasi.

Jenis-jenis burung antara lain, Asia honey sikep (Pernis ptilorhynchus), alipon alipon (Accipiter gularis), albatros Cina (Accipiter soloensis) yang merupakan burung mangsa.

Ada juga burung pantai bermigrasi yang menggunakan daerah pesisir Jakarta sebagai titik transit, yaitu Cerek kernyut (Pluvialis vulva) dan kerbau gala (Numenius phaeopus).

"Meski luas ruang hijau di Jakarta masih jauh dari 30 persen, hanya sekitar 9,8 persen dari total luas Jakarta, tetapi masih transit burung migran," katanya.

Ruang terbuka hijau paling sedikit ada di Jakarta Barat, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah untuk melestarikan ekosistem di dalamnya.
Ady mengingatkan, berkurangnya luas Ruang Terbuka Hijau dapat menyebabkan penurunan jumlah spesies burung yang ditemui.
Burung Lovebird Ini Sempat Minta Ditukar dengan Mobil Alphard

Burung Lovebird Ini Sempat Minta Ditukar dengan Mobil Alphard

Jakarta - Lovebird adalah paruh bengkok dari genus Agapornis. Rata-rata mereka mengukur 13-17 sentimeter dengan berat mulai dari 40-60 gram. Burung-burung ini umumnya memiliki sifat sosial karena sepasang burung lovebird akan terlihat berdiri berdekatan karena mereka saling mencintai.

Di Indonesia, burung ini sering termasuk dalam kontes, baik kontes menyanyi maupun kecantikan. Dengan cara ini, burung ini benar-benar menarik perhatian. Kicauannya juga keras. Juara dari kontes ini tidak jarang untuk tawar-menawar bagi pecinta burung.

Salah satunya adalah burung lovebird bernama Kusumo yang dimiliki oleh Sigit Marwanta dari Klaten. Kusumo, yang meninggal tahun lalu, ditawari harga Rp2,2 miliar, tetapi tidak dibebaskan oleh pemiliknya. Tawaran Rp 2 miliar datang dalam bentuk Alphard, Rubicon, dan Rp 300 juta. Kusumo menjadi salah satu legenda bagi pecinta lovebird karena dia telah memenangkan 400 kali.

Selain dari Kusumo, ada seekor lovebird bernama Fretty, yang telah ditawari Rp. 1 Milyar; dan seekor lovebird bernama Jalal, yang telah ditawari Rp 750 juta. Pemilik lovebird Jaleb, Ade Sulistio, mengatakan pada 2014 ada banyak orang tertarik pada Jalal. Ini adalah dampak dari pencapaian Jalal ketika berpartisipasi dalam kontes yang berjudul Piala Raja yang memenangkan trofi dalam bentuk mahkota raja dan juga dalam kontes yang disebut BnR Award.

Namun tawaran itu tidak membuat Ade melepaskan Jalal. Karena, baginya, burung itu bukan lagi sekadar hewan peliharaan. Dia menjelaskan, dia dan Jalal sudah memiliki hubungan timbal balik. Baginya, memang ada burung tertentu yang, sayangnya, tawaran nominal apa pun tidak akan membuatnya melepaskan burung itu kepada orang lain. "Jika itu sangat disayangkan, akan sulit (melepaskan)," kata Ade melalui telepon kepada Tempo, Rabu lalu.

Bersama dengan Jalal, Ade mengklaim telah memenangkan berbagai kontes berkicau dari tingkat regional hingga nasional, dengan total sekitar 300 kontes.

Sejak kecil, Ade sudah akrab dengan burung. Orang tuanya memelihara burung dan sering mengadakan kontes burung. Pada 2011, ia mulai mencoba lovebird karena tidak terlalu banyak orang yang mempertahankannya. Kicau burung ini terdengar lebih nyata ketika diperebutkan, dibandingkan dengan burung kenari yang telah dipelihara sebelumnya.

Pria berusia 34 tahun ini mengimpor delapan burung lovebird pertamanya dari Eropa. Setelah lovebird mencetak gol, perlahan dia juga menjadi peternak. Menurutnya perhitungan menjadikan hobi sebagai ladang penghasilan. Padahal Ade sebelumnya bekerja sebagai distributor yang mendistribusikan batubara dari produsen ke pabrik yang membutuhkan.

Padahal, penghasilannya bekerja di ladang batu bara jauh lebih besar daripada membesarkan lovebird. Tapi dia merasa lebih bisa merasakan kenikmatan sebagai peternak lovebird. Ade saat ini memiliki rumah khusus yang menampung burung-burung lovebird.

Menurut Ade, harga jual burung terendah adalah Rp 1,5 juta. Harga tertinggi tidak pasti. Dia pernah menjual seekor burung lovebird dari ternaknya seharga Rp 135 juta. "Kualitas Lovebird (bernilai ratusan) jutaan tidak tersedia setiap bulan," katanya. Meski begitu, ia tidak menampik penjualan lovebird lain yang mencapai angka di atas Rp 50 juta.

Tidak hanya memelihara hewan, sekarang Ade juga memproduksi vitamin dan memberi makan burung lovebird. Dia menjual pakan dalam 200 gram dan vitamin dengan 8 miligram dan 80 miligram. Pakan dan vitamin dijual ke pabrik yang kemudian akan didistribusikan pada label mereka.

Gagasan memproduksi pakan dan vitamin dimulai ketika banyak orang bertanya pakan dan vitamin apa yang diberikan kepada hewan peliharaan mereka. Akhirnya dia memberikan makanan dan vitamin kepada orang-orang yang membeli burung darinya. Produk kemudian dikembangkan dari mulut ke mulut sampai akhirnya pabrik memesannya.

Thursday, November 3, 2011

10 Burung Terindah Dari Surga

10 Burung Terindah Dari Surga



Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.


1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)

The Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.


Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya.

Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.

 

2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)

The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut.

Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan.

Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.



3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)

Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya.

Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.



4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)

Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru . Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru.

Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.



5. Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus)

Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun.

Merupakan endemik di Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung betina untuk memikat mereka.



6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra)

Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya.

Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.


7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)

Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini.

Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.


8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)

King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji.

Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut.

Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.



9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)

Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru.

Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.



10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)

Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan.

Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.

Sunday, October 23, 2011

Burung Pipit

Burung Pipit

Hallo sobat, Apa kabar?
Kali ini saya akan membahas tentang Burung Pipit. Apakah kalian pernah melihat burung pipit ini. Burung pipit ini hampir mirip seperti burung gereja lho.

Burung Pipit


Burung Pipit dada putih atau biasa disebut burung perit (Lonchura Leucogastroides)
Burung ini memakan biji - bijian, burung ini banyak ditemukan di areal persawahan, daerah aliran sungai dan pohon yang rimbun.
 
Burung ini memiliki ciri-ciri coklat tua di punggung, sayap dan sisi atas tubuhnya, tanpa coretan-coretan. Muka, leher dan dada atas berwarna hitam; dada bawah, perut dan sisi tubuh putih bersih, nampak kontras dengan bagian atasnya. Sisi bawah ekor kecoklatan.

Burung ini biasanya bersarang di pohon rimbun seperti: cemara, pohon mangga, dan di pohon bambu buluh yang ada di daerah aliran air. Burung ini biasanya menghasilkan anak 2 – 4 ekor.

Nah itu tadi artikel singkat tentang burung gelatik. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian semua ya. Terima kasih.. :)